Cara Budidaya Kelapa Sawi
Budidaya Perkebunan

Cara Budidaya Kelapa Sawit dan Perawatannya

Cara Budidaya Kelapa Sawit  – Keberadaan kelapa sawit  cukup penting di Indonesia. Karena disebut sebagai tanaman penghasil minyak, oleh karena itu tak heran jika harganya lumayan mahal. Jika Anda memiliki lahan yang luas, maka silahkan simak cara budidaya kelapa sawit yang kami sampaikan pada artikel di bawah ini.

Sebelum membahas lebih jauh, Anda perlu mengetahui bahwa pohon sawit memerlukan penyinaran sinar matahari langsung selama 5-7 jam. Berada pada daerah dengan curah hujan 1.500-1.400 mm per tahunnya.

Tanaman kelapa sawit pada umumnya akan tumbuh dengan baik apabila berada di ketinggian lebih dari 1.500 mdpl, dengan suhu lingkungan antara 24 – 28 celcius. Untuk kecepatan anginnya harus 5-6 km per jamnya.

Yah, lokasi sangat menentukan apakah kelapa sawit dapat tumbuh subur atau tidak. Masih banyak cara budidaya kelapa sawit yang wajib kalian pahami apabila ingin hasil panen yang melimpah. Nah untuk mengetahui seperti apa caranya silahkan simak di bawah ini.

Cara Budidaya Kelapa Sawit Yang Benar

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit
Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

1. Persiapan Bibit Sawit

Cara budidaya kelapa sawit yang baik dan benar adalah menggunakan bibit sawit berkaulitas agar menghasilkan kuantitas buah yang berlimpah Belilah di tempat yang sudah terpercaya, sehingga semua akan berjalan sesuai apa yang diinginkan. Biasanya terdiri dari kecambah atau bibit siap tanam yang bisa didapatkan di penyedia pembibitan.

2. Pembibitan Kelapa Sawit

Pada umumnya cara budidaya kelapa sawit dalam tahap pembibitan terdiri dari dua tahap. Pertama pembibitan awal (pre-nursery) yaitu menumbuhkan kecambah sawit menggunakan polybag kecil. Kedua pembibitan utama (main nursery) yaitu pembesaran bibit yang sudah tumbuh hingga siap tanam.

3. Tahap Pembibitan Awal (Pre-Nursery)

Anda perlu mempersiapkan polybag ukuran 14 cm x 8 cm. Dengan media semai berupa campuran kompos, tanah serta kapur pertanian (apabila diperlukan), dengan perbandingan 6 : 1.

Kemudian masukkan ke dalam polybag, letakkan pada tempat yang lebih tinggi dari permukaan tanah agar tidak tergenang air pada saat musim hujan. Tunggu hingga munculnya bakal daun yang berwarna kuning menghadap ke atas dan tajam.

4. Pembibitan Utama (Main-Nursery)

Sediakan polybag semai dengan ukuran yang lebih besar dair sebelumnya yaitu 40 cm x 50 cm. Campurkan tanah gembur, kompos dengan perbandingan 4 : 1. Tapi ingat, lakukan dengan hati-hati ya.

Sebaiknya jangan diisi terlalu penih agar pada saat disiram atau diberi pupuk tidak tumpah keluar.. Apabila sudah berumur 8-12 bulan bibit sudah siap ditanam langsung pada lahan yang sudah disediakan.

5. Teknik Pembukaan Lahan Kelapa Sawit

Anda bisa menggunakan berbagai macam metode dan teknik pembukaan lahan sesuai dengan jenis, kondisi dan anggaran biaya lahan. Ada 3 macam yaitu mekanis, manual dan kimia. Boleh bebas ingin memilih yang mana, tapi tetap sesuaikan dengan kondisi real ya.

  1. Kimia, yaitu sistem pembukaan lahan menggunakan racun rumput atau herbisida.
  2. Manual, seperti pertanian pada umumnya yaitu menggunakan tenaga manusia dengan alat yang cukup sederhana
  3. Mekanis, menggunakan alat pertanian pada umumnya seperti buldoser, atau traktor.

Perlu Anda ingat, jangan sesekali membakar lahan. Karena akibatnya bisa sangat fatal, aitu kebakaran hutan, merusak ekosistem lingkungan dan perkebunan.

Cara Menanam Kelapa Sawit
Cara Menanam Kelapa Sawit

6. Bukalah Jaringan Jalan Perkebunan

Anda harus membuka jaringan jalan, tujuannya agar memudahkan dalam pemberian pupuk, pengangutan mobil dan sarana produksi lainnya. Ini dia beberapa jenis jalan yang harus ada dalam perkebunan Anda:

  1. Jalan utama, yaitu jalan yang digunakan mobil untuk megangkut buah
  2. Jalan panen, digunakan untuk para petani yang mengangkut buah dari pohon menuju tempat pengumpulan hasil
  3. Jalan koleksi, yaitu jalan yang berfungsi untuk mengumpulkan sawit yang sudah dipanen
  4. Jalan produksi/skunder, jalan yang menghubungkan antara jalan koleksi dengan utama.
  5. Jangan Lupa untuk Membuat Sistem Drainase

Sawit memang merupakan tanaman yang membutuhkan air agar bisa tetap hidup. Namun bukan berarti Anda membiarkannya tergenang begitu saja, oleh karena itu membuat sistem drainase yang baik adalah pilihan yang tepat.

7. Tentukan Pola Tanam kelapa Sawit

Anda bisa menerapkan pola tanam secara tumpangsari atau monokultur.  Untuk monoultur, Anda bisa menggunakan tanaman kacang-kacangan sebagai tanaman penutup. Bisa dilakukan setelah lahan sudah siap hingga peanaman bibit sawit.

Fungsinya, menekan pertumbuhan rumput liar, mencegah erosi dan memperbaiki struktur tanah. Sedangkan untuk tumpangsari, Anda bisa menanam ubi kayu, jagung, cabai dan padi. Kelebihannya, Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan.

8. Pancang (Pengajiran)

Yaitu penentuan titik yang akan ditanam bibit yang sudah siap lengkap dengan jarak yang digunakan. Lebih mudahnya tandai dengan kayu atau bambu berbentuk segitiga sama sisi dengan dengan jarak tanam 9 cm x 9 cm x 9 cm.

Berikan jarak 9 m pada bagian selatan dan utaara. Jika berdasarkan pada perhitungan ini, Anda bisa menanami 143 pohon sawit pada lahan dengan luas satu hektar.

9. Buatlah Lubang untuk Menanam

Anda harus membuat lubang dengan ukuran 50 x 40 x 40 cm. Sedangkan untuk kedalamnnya, sesuaikan dengan polybag saja. Lebihkan 5-10 cm agar polybag bisa tertutup sepenuhnya oleh tanah.

Jangan lupa untuk menaburkan kieserit, pupuk rock atau kapur dolomit sesuai dengan dosis yang tertera. Tunggu hingga 7-10 hari.

10. Waktu dan Cara Menanam Bibit Sawit

Lebih baik, Anda melakukan penanaman pada awal musim hujan. Tujuannya agar akar sawit sudah kuat ketika musim hujan berakhir dan tahan terhadap kemarau. Ini dia cara lengkapnya :

  1. Siram air pada media sehari sebelum dilakukan penanaman
  2. Letakkan bibit yang sudah disiapkan di tepi lubang tanam
  3. Buka polybag dengan hati-hati
  4. Masukkan bibit ke dalam lubang kemudian timbunlah dengan tanah
  5. Tekan hingga terasa padat agar tidak mudah roboh

Budidaya kelapa Sawit memang tidak semudah budidaya tanaman lainnya. Pasalnya kelapa sawit membutuhkan lahan yang luas dan perawatan secara berkala agar hasil panen bisa lebih maksimal. Untuk perawatannya sendiri harus dilakukan secara berkala sesuai umur kelapa sawit yang ditanam.

Baca Juga Informasi Lainnya
Cara Menanam Sayuran HidroponikCara Menanam Tomat Hidroponik

Kami akan membahas cara perawatan kelapa sawit secara lengkap pada artikel selanjutnya. Namun paling tidak saat ini kalian sudah memiliki gambaran mengenai cara budidaya kelapa sawit yang baik dan benar. Cukup sekian informasi cocoktanam.com kali ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi dalam bercocok tanam.