Cara Menanam Kacang Hijau
Budidaya Perkebunan

10 Cara Menanam Kacang Hijau Dengan Tanah Secara Mudah

Cara Menanam Kacang Hijau – Kacang hijau adalah salah satu tanaman budidaya yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan masuk dalam kategori suku Fabaceae. Pemanfaatan biji kacang hijau sudah lama dijadikan salah satu bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain kedelai dan kacang tanah, kacang hijau merupakan bahan pangan penting yang banyak dikembangkan oleh petani-petani di Indonesia. Biasanya kacang hijau digunakan untuk olah makanan seperti onde-onde, bubur, bakbau, kolak, hingga susu sari kacang hijau.

Banyak yang menyukai kacang hijau dikarenakan memiliki manfaat yang sangat besar. Salah satu manfaatnanya adalah dapat menurunkan kolesterol jaht dan tekanan darah tinggi. Selan itu, kacang hijau juga bisa membantu menjaga kesehatan janin sehingga cocok bagi para ibu hamil.

Masih banyak manfaat kacang hijau lainnya, seperti menjaga berat badan, menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengatasi anemia. Semua manfaat tersebut bisa kalian dapatkan apabila menkonsumsi kacang hijau secara rutin.

Setelah mengetahui manfaatnya, mungkin kalian ingin mencoba menanam kacang hijau sendiri. Ada dua cara menanam kacang hijau yang lazim digunakan para pertama kacang hijau di seluruh Indonesia, yaitu sistem tanpa mengolah tanah atau biasa dikenal TOT dan sistem mengolah tanah dengan sempurna atau OTS. 

Nah pada kesempatan kali ini kami akan berbagi cara menanam kacang hijau dengan metode OTS. Alasan kami memilih metode tersebut adalah agar hasil panen kacan hijau lebih maksimal. Untuk mengetahui bagaimana cara menanam kacang hijau dari biji sampai tumbuh subur, silahkan simak di bawah ini.

Perawatan dan Cara Menanam Kacang Hijau

Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau
Cara Budidaya Kacang Hijau

1. Persyaratan Tumbuh Tanaman

Tanaman dari suku Fabaceae ini memiliki pertumbuhan yang sangat baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Namun demikian. Pencahayaan sinar matahari secara langsung sangat diperlukan. Karakteristik tanah yang tepat untuk kacang hijau yaitu, bertekstur liat lempung dengan kandungan bahan organik tinggi.

Anda dapat melakukan penanaman kacang hijau di lahan sawah atau lahan kekurangan air alias tanah kering. Meskipun begitu, sistem drainase dan aerasi pada lahan tersebut harus baik agar tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan produksi yang melimpah. Curah hujan yang sesuai untuk daerah penanaman tanaman ini berkisar 50 sampai 200 mm per bulan.

Selain itu, Anda perlu memperhatikan tingkat keasamaan tanah sebagai media tanam. Kisaran pH tanah yang dianjurkan 5,8 sampai 7. Pertumbuhan tanaman suku polong-polongan ini juga dipengaruhi faktor suhu.Temepratur ideal berkisar 25 sampai 270C dengan tingkat kelembapan sekitar 50 sampai 80 %.

2. Persiapan Lahan

Menanam kacang hijau dengan sistem OTS mengharuskan tanah yang dijadikan sebagai media tanam dihancurkan atau digemburkan terlebih dahulu. Cara penggemburan bisa dilakukan dengan dibajak. Lahan yang telah digemburkan perlu pembuatan saluran air atau drainase dengan membuat parit setiap 4 sampai 5 meter.

Selanjutnya, menstabilkan tingkat keasaman tanah dengan menggunakan kapur dolomit apabila kisaran nilai pH tanah di bawah 5,8. Setelah perlakukan tersebut, tanah tidak langsung ditanami namun didiamkan terlebih dahulu selama 1 minggu. Setelah waktu cukup, penaburan pupuk kandang dapat dilakukan merata.

Anda dapat pula menambahkan pupuk ZA,KCL dan TSP dengan dosis 1:1:1. Penambahan pupuk dapat disesuaikan dengan kesuburan lahan. Media tanam siap digunakan setelah 10 hari kemudian.

3. Benih Kacang Hijau

Pemilihan biji kacang hijau dapat mempengaruhi produksi panen. Sehingga, Anda perlu melakukan pemilahan biji yang memiliki mutu bagus. Apabila hasil panen sebelumnya memiliki kualitas bagus. Anda bisa memanfaatkannya sebagai benih.

Benih yang bagus ialah benih yang tahan terhadap serangan hama dan diperoleh dari tanaman yang sehat. Anda bisa mendapatkan benih selain dari hasil produksi sebelumnya dengan membeli benih yang tahan terhadap serangan embun tepung seeprti, kutilang maupun sriti. Kebutuhan benih untuk lahan satu hektar ditaksir 20 kilogram biji kacang hijau.

4. Cara Menanam Kacang Hijau

Penanaman kacang hijau dapat dilakukan dengan membuat lubang pada lahan dengan ditugal. Setiap lubang berisi 2 sampai 3 biji. Pengaturan jarak tanam agar tanaman dapat yumbuh dengan baik berkisar 40 cm x 20 cm. Hal ini dapat dilakukan apabila kondisi lahan subur di musim penghujan.

Penanaman di musim kemarau dengan kondisi lahan tidak terlalu subur, maka pengaturan jarak tanam berkisar 30 cmx20cm. Penggunaan insektisida bubuk berupa tepung dapat Anda lakukan untuk menghalau serangan serangga dengan dosis 1 sendok di setiap 10 kilogram benih. Anda bisa menggunakan jenis metindo maupun lannate.

5. Perawatan Budidaya Kacang Hijau

Perawatan Tanaman Kacang Hijau
Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau akan menghasilkan produksi melimpah dengan perlakukan yang baik. Anda dapat melakukan perawatan tanaman dengan cara penyiangan, pemberian pupuk, sistem penyiraman yang baik dan penyulaman.

  1. Penyulaman terhadap benih-benih yang mati atau sudah lewat masa dormansinya. Perlakuan ini segara dilakukan dalam selang waktu 7 hari agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan merata.
  2. Penyiangan terhadap tumbuhan liar yang hidup di antara tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat.
  3. Pemberian pupuk ketika usia tanaman sudah mencapai 15 hari penanaman. Penggunaan pupuk dengan nilai banding setara 1:1:1 pada pupuk urea, KCL dan TSP. Pemupukan dilakukan tanpa mengenai daun kacang hijau serta penggunaan dosis disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
  4. Kondisi tanah menjadi perhatian, apabila sudah kering maka perlu dilakukan penyiraman. Sistem irigasi sangat diperlukan apabila usia tanaman telah mencapai usia muncul bunga 25 HST dan 45-50 HST.

6. Media Tanam

Hal yang pertama perlu diperhatikan ketika memulai cara menanam kacang hijau agar menghasilkan produksi dengan kuantitas dan kualitas bagus, ialah media tanam yang tepat. Pilihan media tanam yang sangat cocok untuk membudidayakan tanam polong-polongan ini ialah tanah.

Pemilihan tanah sebagai tempat tumbuh kacang hijau juga perlu diperhatikan kualitasnya. Tentunya, memiliki kandungan bahan organik tinggi. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan asupan nutrisi tanaman. Penggunaan jenis tanah yang dianggap cocok berupa tanah lempung. Tidak hanya itu, nilai pH penentu perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Nilai yang dianggap cocok untuk kacang hijau ialah 6,7 pH.

Tanah yang sesuai juga diimbangi dengan sistem drainase yang baik. Hal ini perlu diperhatikan agar tanaman tidak terlalu berlebihan mendapatkan asupan air. Kondisi musim yang tepat untuk menanam kacang hijau yaitu musim kemarau. Agar tanaman tidak mengalami pembusukan di musim penghujan.

Cara menanam kacang hijau yang baik dan benar tentunya membuat Anda semakin tertarik untuk membudidayakan tanaman polong-polongan ini. selain perawatan yang dianggap mudah. Nilai jual kacang hijau sangat ekonomis dengan kisaran harga 18 ribu per kilogramnya.

Baca Juga Informasi Lainnya
Cara Menanam Melon Di PotCara Menanam Kacang Tanah

Peluang usaha budidaya kacang hijau di Indonesia sangat besar. Terlebih harga kacang hijau relatif lebih stabil dibandingan pangan lainnya. Oleh karena itulah kami sarankan untuk mencoba budidaya tanam tersebut. Cukup sekian informasi cocoktanam.com kali ini, semoga artikel mengenai perawatan dan cara menanam kacang hijau di atas abermanfaat dan bisa menjadi referensi.