Budidaya Sawi
Budidaya Sayuran

4 Cara Menanam Sawi Hijau Dengan Benar Agar Cepat Berbuah

Cara Menanam Sawi Hijau – Salah satu tanaman yang termasuk dalam jenis sayur-sayuran ini memang memiliki banyak gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Selain itu, sawi juga merupakan salah satu tanaman holtikutura yang bentuknya hampir menyerupai dengan casim.

Adapun jenis-jenis sawi yang sering kita jumpai di pasar Indonesia, yakni sawi hijau, sawi putih, sawi jepun, sawi pahit dan sawi kailan. Nah untuk mendapatkan kualitas sawi yang baik diperlukan pula pengetahuan dan pemahaman mengenai penanaman sawi yang benar.

Nah, seiring dengan perkembangnya teknologi yang ada saat ini, kita juga bisa menanam sawi di halaman rumah kita dengan menggunakan pot ataupun polybag. Dengan banyaknya manfaat kesehatan yang ada pada tanaman sawi ini, sawi menjasi salah satu tanaman yang paling populer di Indonesia.

Selain memiliki banyak manfaat, tanaman yang masuk dalam keluarga holtikutura ini juga memiliki rasa yang enak setelah dimasak. Nah, bagi anda yang ingin menanam sawi di kebun, ladang ataupun di halaman depan rumah anda, berikut adalah cara menanan sawi hijau dengan benar agar cepat berbuah.

Cara Menanam Sawi Hijau Dengan Benar

Cara Menanam Sawi
Cara Menanam Sawi

Tanaman holtikultura yang satu ini memiliki bentuk hampir mirip dengan caisim. Varietas sawi ini ada bermacam-macam seperti sawi putih, sawi pahit, sawi jepun, dan juga kailan. Cara menanam sawi ini juga cukup mudah dan bisa dilakukan secara sederhana.

Penduduk Indonesia tentunya sudah sering memanfaatkan sawi ini untuk berbagai macam olahan sayur dan makanan lainnya. Rasanya yang enak dan juga kandungan gizi didalamnya sangat membantu untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah cara untuk menanam sawi yang benar dan sederhana.

Cara Menanam Sawi Hijau

Untuk menanam Sawi memanga ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan agar nantinya bisa cepat berbuah. Selain itu hasil buah sawinya pun bisa lebih bagus, lebat seperti yang di inginkan. Dan berikut adalah cara menanam sawi hijau dengan benar agar cepat berbuah :

1. Menentukan Lokasi Penanaman

Pada umumnya sawi akan tumbuh subur di tempat yang memiliki ketinggian 5 – 1.200 mdpl. Walaupun demikian sawi juga bisa tumbuh di berbagai lokasi dan tekstur tanah. Anda bisa menyiapkan lahan di kebun atau ruang kosong disekitar Anda.

Sebelum dilakukan penanaman, lahan yang disiapkan diolah terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur dan mudah ditanami. Anda bisa menggunakan pupuk kendang untuk menggemburkan tanah dan juga memberikan nutrisi agar sawi dapat tumbuh subur di lahan tersebut.

2. Pemilihan Benih Sawi

Memilih benih sawi adalah hal yang paling penting untuk dilakukan sebagai penentu keberhasilan serta kualitas sawi tersebut. Anda bisa memperoleh bibit sawi yang bagus di toko bibit. Beberapa ciri dari benih sawi yang baik antara lain:

  • Berbentuk bulat dengan ukuran yang kecil
  • Kulit benih memiliki warna coklat cenderung hitam gelap
  • Tekstur benih teraba agak keras.
  • Permukaan bibit sawi bagian luar terlihat mengkilap dan licin.
  •  Kemasan bibit harus dalam kondisi utuh dan tidak rusak. Pastikan juga kemasan menggunakan bahan alumunium foil.
  • Apabila bibit direndam dalam air, bibit yang mengapung harus disingkirkan karena akan menghasilkan sawi dengan kualitas yang kurang bagus.
  • Pilihlah bibit yang tenggelam agar dapat tumbuh maksimal.
  • Jika Anda mengambil bibit langsung dari tanaman sawi maka ambillah bibit dari sawi yang memiliki usia minimal 70 hari.

3. Penyemaian Bibit

Untuk mendapatkan bibit sawi yang berkualitas, proses penyemaian ini dilakukan secara terpisah dalam bangunan tertutup dengan atap transparan agar cahaya matahari tidak langsung mengenai bibit sawi.

  • Siapkan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang, dan arang sekam.
  • Campur bahan tersebut dengan perbandingan 2:1:1.
  • Pisahkan beberapa partikel didalamnya seperti batu, sampah, atau batang pohon.
  • Masukkan bahan tersebut dalam plastik kecil atau polybag.
  • Masukkan bibit sawi yang telah disiapkan dengan cara membuat lubang pada permukaan tanah dan tutup kembali bibit dengan tanah tipis.
  • Sirami bibit hingga permukaannya basah.
  • Semaikan bibit pada tempat yang teduh hingga sekitar 2-3 minggu. Setelah bibit tumbuh maka pindahkan ke jalan tanam yang disediakan.

4. Menanam Tunas Sawi

Setelah bibit sawi tumbuh dan berumur sekitar 10 hari maka saatnya Anda memindahkan ke lahan tanam yang telah Anda siapkan. Sebelum menanam sawi Anda bisa menambahkan pupuk kendang dengan jeda 1 minggu sebelum sawi ditanam.

  • Buat lubang pada gundukan tanah yang telah disiapkan.
  • Jarak antara lubang adalah sekitar 25-30 cm dengan kedalam lubang sekitar 6-10 cm.
  • Tanam tunas sawi pada lubang tersebut. Satu lubang hanya boleh diisi dengan 1 bibit saja.
  • Pastikan tidak ada akar yang patah pada saat penanaman.
  • Setelah selesai ditanam, tekan-tekan bagian tepi tanah agar tunas sawi kokoh dan tidak ambruk.
  • Sirami tanah hingga basah.

Perawatan Tanaman

Setelah anda berhasil menanam pohan sawi ini yang paling penting agar pohon sawi ini bisa cepat berbuah dan memiliki buah yang lebat ialah cara perawatan sawi. Jika dilakukan perawatan dengan benar bukan tidak mungkin pohon sawi ini bisa berbuah lebat. Dan berikut perawatan tanaman sawi :

1. Penyiraman Tanaman

Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore dengan menggunakan campuran air dan pupuk organik. Ketika musim kemarau, penyiraman tanaman dapat diperbanyak. Namun untuk musim penghujan tidak perlu disiram 2 kali sehari karena tanah sudah lembab.

2. Penjarangan

Penjarangan adalah proses pemotongan tanaman ketika sawi tersebut tumbuh dengan jarak yang terlalu rapat. Biasanya penjarangan ini dilakukan ketika usia 14-18 hari setelah proses tanam.

3. Penyulaman Tanaman

Dalam proses penyulaman tanaman ini, sawi yang mati karena serangan hama atau terkena penyakit tertentu akan digantikan oleh sawi baru yang lebih sehat. Tanaman yang mati tersebut akan mengganggu tumbuh kembang tanaman sawi yang lainnya.

4. Penyiangan

Sama seperti penyiangan pada tanaman lainnya, semuan gulma atau tanaman dan rumput liar yang banyak tumbuh di sekitar tanaman sawi harus dicabut dan dibersihkan. Selain mencabut rumput liar juga dilakukan penggemburan tanah dan pemupukan tanah.

Pemupukan pada proses penyiangan ini dilakukan setelah tanaman mencapai usia 3 minggu dari masa tanam. Pemberian pupuk lanjutan ini dengan menggunakan campuran 1 sendok teh pupuk urea yang dicampurkan dengan 25 liter air. Waktu pemupukan adalah pagi dan sore hari.

5. Pengendalian Hama dan penyakit

Hama tanaman yang sering muncul adalah ulat perusak daun, ulat grayak, ulat tanah, dan beberapa hama lainnya. Sedangkan penyakit tanaman yang sering hinggap pada tanaman sawi antara lain bercak daun, penyakit akar gada, penyakit busuk Alternaria, dan penyakit busuk daun.

Hama dan penyakit ini akan menurunkan kualitas dari sawi yang dihasilkan. Pengendalian hama dan penyakit ini dengan memberikan pestisida pada area lahan paling tidak 2 minggu sebelum masa panen.

6. Panen

Tanaman sawi yang siap untuk dipanen adalah tanaman yang memiliki usia sekitar 45 – 60 hari setelah masa tanam. Tahapan pemanenan sawi antara lain:

  • Cabut atau potong pangkal batang sawi.
  • Apabila Anda tidak segera melakukan panen sesuai waktu tersebut akan menyebabkan sawi cepat berbunga.
  • Setelah Anda panen, tempatkan sawi pada tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Jauhkan sawi dari tempat terbuka dan terkena paparan sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan layu dan membusuk.
  • Berikan air untuk tetap mempertahankan tingkat kesegaran sawi ketika telah dipanen.

Kandungan gizi dalam sayuran sawi ini cukup tinggi. Cara menanam sawi diatas dapat Anda terapkan di lahan sekitar rumah sehingga membantu Anda dalam pengadaan sayuran setiap harinya. Apalagi saat ini kita bisa menanam sawi di pot atau lebih dikenal dengan polybag.

Baca Juga Informasi Lainnya
Cara Menanam SingkongCara Menanam Terong Ungu

Demikian informasi mengenai cara menanam sawi yang benar agar cepat berbuah. Selain itu, buah yang dihasilnya pun memiliki kualitas dan kuantitas yang bagus sehingga bisa dijual dengan harga yang mahal. Hanya ini yang bisa kami sampaikan semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *