Cara Menanam Sayuran Hidroponik Sederhana
Budidaya Hidroponik

16 Cara Menanam Sayuran Hidroponik Sederhana Bagi Pemula

Cara Menanam Sayuran Hidroponik – Saat ini, hidroponik menjadi salah satu sistem tanam yang paling diminati oleh masyarakat perkotaan, terutama bagi para pemilik rumah yang tidak memiliki lahan luas untuk menamam sayuran ataupun tanaman lainnya. Bahkan baru-baru ini, di tingkat desa pun juga menirunya sebagai alternatif alternatif bagi warga yang  tidak memiliki lahan yang luas.

Yah, Hidroponik merupakan cara terbaik untuk menanam sayuran di lahan sempit. Seperti yang kita ketahui bersama, lahan sawah di perkotaan sudah habis untuk membangun fasilitas publik, perumahan, dan gedung-gedung besar sehingga membuat metode menanam sayuran harus berubah dari trandisional menjadi hidroponik.

Ada banyak sekali keutungan menanam sayuran hidropinik. Keuntungan yang pertama adalah tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa menghasilkan tanaman yang sehat dan tumbuh subur. Namun dibalik kelebihan tersebut, tetap ada kekurangan. Dimana salah satu kekurangannya adalah proses menanam yang cukup sulit dan rumit karena butuh ketelatenan.

Yah, sebagian orang menganggap cara menamam sayuran hidroponik itu ribet dan sulit. Namun apabila sudah terbiasa, maka akan membuat ketagihan. Terlebih kita bisa bercocok tanam dimana saja dan kapan saja sesuka hati. Nah bagi yang belum mengetahui bagaimana caranya, silahkan simak informasi cara menanam sayuran hidroponik berikut ini.

Tutorial Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Belajar Cara Menanam Sayuran Hidroponik
Jenis-Jenis Sytem Hidroponik

Jenis Sistem Hidroponik

Banyak sekali kelebihan dari adanya sistem tanam hidroponik ini. Selain lebih higienis, juga cepat menuai hasil. Saat ini ada 3 sistem Hidroponik yang populer digunaan  di Indonesia, yaitu sistem kultur air, kultur agregat dan NFT (Nutrient Film Tehnique). Nah bagi yang penasaran ? Yuk langsung aja simak pembahasan di bawah ini :

1. Kultur Agregat

Yaitu menanam sayran dengan menggunakan media berupa pecahan batu bata, pasir, kerikil dan lain sebagainya. Ingat tidak menggunakan tanah ya. Cara menanamnya sangat gampang, Anda cukup menempatkan media ke dalam wadah botol plastibekas atau pot.

Kemudian letakkan benih sayuran dengan pemberian nutisi dan pemeliharaan yang benar. Agar tanaman cepat tunbuh dan bisa dipanen dengan segera.

Namun, karena tidak menggunakan media yang menghasilkan air, maka Anda harus telaten dalam menyiraminya. Apabila tidak, maka tanaman tidak akan tumbuh atau mati.

2. Sistem Kultur Air

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya sistem kultur air ini ternyata sudah ada sejak abad ke 15 loh. Pada saat itu bangsa Astec mencoba meletakkan sayuran dengan media air di atas kolam atau kubangan.

Terinspirasi oleh enceng gondok. Sistem ini sangat cocok apabila Anda ingin menanam sayuran berupa bayam, pakcoi atau kangkung.  Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

3. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistam tanam hidroponik dengan memanfaatkan selokan atau tempat yang mudah dialiri air sebagai pengganti tanah. Sama halnya seperti konvensional, tetapi selokan yang digunakan bukan sembarangan. Dibuat dari besi dengan lempeng yang tipis

Dengan larutan nutrisi dan airnya dialirkan ke media tanam. Banyak digunakan oleh petani modern di beberapa negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Sebagai solusi atas permasalahan derasnya arus industrilalisasi dan sempitnya lahan.

Merupakan sistem yang cukup baik. Dibuktikan dengan kedua negara tersebut mampu merajai pasar global dan sayuran yang dihasilkan berkualitas unggul. Apakah Anda tertarik untuk mencobaya?

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Cara Menanam Sayuran Hidroponik
Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Sebelum Anda mulai menanam sayuran pada media yang telah disiapkan sebelumnya. Alangkah baiknya melakukan penyemaian terlebih dahulu. Apalagi untuk sayuran bayam, sawi dan kangkung. Baru setelah berumur 2-3 minggu, Anda dapat memindahkannnya ke dalam media hidroponik. Untuk lebih jelanya, silahkan Ikuti cara menanam sayuran hidroponik di bawah ini :

  1. Pilih bibit yang berkualitas, tidak cacat dan terbebas dari serangan penyakit dan hama
  2. Lebih baik melakukan penanaman pada sore hari, agar keesokannya tanaman langsung bisa beradaptasi dengan suhu atau lingkungan yang baru
  3. Lakukan penanaman dengan benar dan hati-hati. Jangan sampai salah, karena akan berakibat gagal panen.
  4. Jika sudah, Anda perlu melakuukan perawatan dan pemeliharaan yang intensif. Karena elemen inilah yang paling menentukan apakah pertumbuhan sayuran hidroponik bisa maksimal.

Beberapa cara menanam sayuran hidroponik di atas, adalah gambaran secara umum bagaimana  cara menanam sayuran hidroponik secara sederhana bagi para pemula yang baru belajar metode bercocok tanam hidroponik. Namun bagi yang sudah berpengalaman dan ingin menggunakan sistem tanam NFT yang banyak digemari. Maka ikuti langkah di bawah ini :

  1. Siapkan beberapa talang, pompa atau pipa
  2. Lubangi sesuai dengan panjangnya dan pastikan jaraknya sama
  3. Susun talang atau pipa yang akan menjadi media menanam
  4. Siapkan penampung yang diletakkan pada ujung pipa yang lebih rendah
  5. Pasang pompa agar aliran airnya tetap maksimal
  6. Pastikan kebutuhan oksigen, air dan nutrisi tetap tercukupi

Atau jika Anda ingin menggunakan sistem WICK (kultur agregat). Bisa mengikuti langkah di bawah ini :

  1. Persiapkan bahan-bahan terlebih dahulu. Seperti botol air mineral, alat pemotong, kain flanel, solder, dan air nutrisi.
  2. Lubangi tutup dan potong botol menjadi dua bagian
  3. Gabugkan dua bagian yang sudah dipisahkan dengan cara membalik moncong botol dan dihadapkan ke bawah.
  4. Pasanglah kain flanel pada lubang pada tutup botol. Pastikan agar nutrisi bisa terserap.
  5. Tanam bibit tanaman pada bagian atas dengan media selain tanah
  6. Isi bagian bawahnya dengan nutrisi.

Perawatan Sayuran Hidroponik

Perawatan Sayuran Hidroponik
Perawatan Sayuran Hidroponik

Apabila Anda menggunakan sistem NFT dan kultur agregat pengairan adalah elemen yang sangat penting. Disarankan untuk memberikan air sebanak 2-3 kali sehari. Tetapi perhatikan cuaca juga ya,  tidak perlu sebanyak itu jika musim penghujan.

Lakukan pemupukan dengan benar. Sesuai dengan namanya, maka menanam dengan sayuran hidroponik tidak menggunakan larutan nutrisi AB MIX seperti pada umumnya. Ganti dengan tanaman thitonia diversifolia yang sudah difermentasi selama 7-14 hari.

Memang lebih lama, tetapi banyak mengandung unsur hara organik yang sangat bermanfaat bagi tanaman hidroponik. Anda juga bisa menggantinya dengan yang lain apabila tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan fermentasi. Asalkan unsur hara terpenuhi.

Menanam sayuran menggunakan sistem hidroponik tidak menjamin terbebas dari hama dan penyakit. Seperti jangkirk, ulat dan belalang. Anda bisa mengendalikannya setiap 3-4 minggu sekali dengan dosis yang dianjurkan.

Pada awal masa tanam, usahakan benih tidak terkena sinar matahari secaa langsung. Untuk mengindari gagal tumbuh. Jika sudah mulai tumbuh, maka letakkan di tempat yang terkena sinar matahari 7-8 jam setiap harinya.

Sekarang, Anda bisa mempraktikkan cara menanam sayur hidroponik di rumah atau kantor masing-masing. Tidak membutuhkan banyak biaya, perawatan yang murah, serta memenuhi kebutuhan gizi Anda tanpa harus repot-repot pergi ke pasar. Bagaimana sudah siapkah untuk mencoba cara bercocok tanam di atas?