Cara Menanam Tomat Hidroponik
Budidaya Hidroponik

11 Cara Menanam Tomat Hidroponik Dalam Polybag Secara Sederhana

Cara Menanam Tomat Hidroponik – Hidroponik bisa dikatakan sebagai metode menanam buah-buahan atau sayuran yang  ditanam menggunakan media selain tanah. Ada banyak sekali buah-buahan yang bisa ditanam secara hidroponik, dan salah satunya adalah Tomat.

Anda bisa menanam tomat yang dibutuhkan untuk penyedap masakan. Nah pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi mengenai cara menanam tomat hidroponik secara lebih lengkap agar kalian bisa mencobanya sendiri di rumah.

Tomat adalah buah yang memiliki rasa khas, tidak manis, asam ataupun pedas. Juga banyak mengandung vitamin A, Vitamin C dan Betakarotin yang pastinya bermanfaat bagi tubuh. Untuk menanam tomat Hidroponik, kalian bisa menggunakan media seperti perlite, hidroton, rockwool akar pakis dan arang sekam.

Media hidroponik memang sangat banyak, kalian tinggal memilihnya sesuai kebutuhan. Nah yang jadi pertanyaan sekarang, bagaimana cara menanam tomat Hidroponik? Bagi yang beum tahu caranya, silahkan simak informasi cocoktanam.com berikut ini.

Cara Menanam Tomat Hidroponik Sederhana

Beajar Cara Menanam Tomat Hidroponik
Beajar Cara Menanam Tomat Hidroponik

1. Mempersiapkan Lokasi Tanam

Walaupun Anda ingin menanam dalam skala kecil tetap saja mempersiapkan lokasi tanam adalah hal yang paling penting. Tujuannya agar tomat dapat berbuah secara lebih optimal. Carilah lokasi yang terpapar sinar matahari minimal 8 jam sehari.

Jika terhalang oleh suatu objek seperti atap atau lainnya lebih baik dipindahkan terlebih dahulu. Karena apabila cahayanya kurang, fotosintesis tidak akan maksimal dan menghasilkan buah yang sedikit.

2. Siapkan Media Hidroponiknya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tanaman hidroponik tidak lagi menggunakan tanah sebagai media utamanya. Diganti dengan pasir kasar, kerikil halus, sekam, bubuk kayu dan arang. Anda bisa mencampur bahan-bahan tersebut dengan prosi yang seimbang.

Gunakan juga pupuk kasar dengan skala perbandingan 4:1. Tujuannya agar mendapatkan media yang gembur sebagai tempat tumbuh akar.

3. Siapkan Wadah Polybag Hidroponik

Anda bisa menggunakan salah satu diantara pot ember plastik, gerabah atau polybag. Namun disarankan untuk menggunakan polybag saja agar lebih menghemat biaya. Masukkan beberapa bahan organik di atas dan sisakan 3 cm dari batas wadah.

Polybag Tomat Hidroponik
Polybag Tomat Hidroponik

4. Pemberian Pupuk Dasar

Anda bisa menggunakan perpaduan pupuk organik dan buatan. Seperti EM4, PHONSKA dan SP36. Campur dengan dasar hidroponik letakkan di tengah polybag dengan kedalaman sekitar 10-15 cm.

5. Pemilihan Benih Tomat

Sebaiknya Anda mencari varietas tomat yang unggl dan baik. Belilah di toko pertanian yang terpercaya dan terjamin kualitasnya.

Setelah mendapatkan benih, rendam dengan air yang sudah ditetesi ZPT Auxin selama kurang lebih 4 jam. Kemudian dibuntal dan dituras menggunakan kain basah.

Persiapkan pot kecil sembari menunggu biji berkecambah, apabila sudah mulai terlihat, ambil  benih tersebut dan letakkan ke dalam pot/polybag yang sebelumnya sudah disiapkan.

Sirami secara rutin hingga berusia 30 hari. Apabila dirasa sudah siap, baru dipindahkan ke polybag hidroponik.

6. Bibit Mulai Ditanam di Polybag

Sebelum menanam benih ke polybag, terlebih dahulu Anda harus membuat galian pada bagian tengahnya. Berikan NPK 16-16-16 sebelum bibit tomat ditanam.

Berikan air sesegera mungkin agar tidak melukai akar tomat dan tidak mudah layu. Anda juga harus senantiasa memantau perkembangan bibit baru selaa 10 hari pertama. Lakukan penyulaman pada bagian yang sakit atau mati agar tidak menular ke yang lain.

7. Penyiraman Tanaman Tomat Hidroponik

Untuk penyiraman, Anda bisa menggunakan selang fertigasi agar lebih mudah dan tidak membuang tenaga. Usahakan untuk tidak menyirampi polybag secara berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan akar.

8. Pemupukan Susulan

Pemupuan susulan dilakukan  untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman. Sehingga mempercepat pertumbuhan. Anda bisa melakukan pengkocoran pangkal tanaman atau penyemprotan. Ini dia penjelasan lengkapnya :

  • Pemupukan Semprot

Tujuannya untuk memberikan nutrisi skala kecil pada daun dan batang tanaman tomat. Beberapa jenis pupuk yang baik untuk digunakan adalah POC (Pupuk Organik Cair), dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Pastikan Anda menggunakan sesuai dengan dosis.

  • Pemupukan Kocor

Dilakukan saat tanaman tomat berusia 10 hari setelah dipindah ke polybag. Pupuk yang digunakan adalah NPK 116-16-16, Grower dan Mashitam. Anda bisa mencampurnya dengan skala perbandingan 5:2:1.

Caranya, ambil 1 gelas pupuk, setara dengan 300 CC. Kemudian campurkan pada 45 liter air lalu kocorkan pada pangkal tanaman.

Ulangi terus setiap 7 hari sekali dengan kenaikan dosis yang bertahap. Minimal ½ dan maksimal 3,5 gelas.

9. Proses Mengendalikan Hama dan Penyakit

Tanaman tomat juga sangat rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit dan hama. Seperti antraknosa, layu fusarium, bulai serangan lalat buah dan lain sebagainya. Berikut cara pencegahannya :

  1. Untuk pencegahan terhadap antraknosa dan busuk daun bisa menggunakan fungisida setiap 7 hari sekali. Namun apabila gejala sudah muncul maka hendaknya melakukan penyemprotan 1-2 hari sekali.
  2. Sedangkan untuk layu fusarium, Anda bisa langsung mencabut tanaman yang terinfeksi. Kemudian berikan fungisida sekaligus bakterisida dengan cara mengocorkannya pada lubang tanam.
  3. Jika terkena penyakit bulai dan lalat buah, Anda bisa menggunakan insektisida lambung dan kontak. Bisa diimbangi dengan pemberian nutrisi mikro dan ZPT apabila pertumbuhan tanaman mulai terhenti.

10. Pemanenan Tomat Hidroponik

Anda bisa langsung memanennya saat tanaman sudah berusia 80-90 hari. Tetapi hal ini bergantung pada varietas yang Anda tanam.Ciri-cirinya adalah mulai berwarna merah, bisa dilakukan 3-5 hari sekali.

11. Pasca Panen

Anda perlu melakukan perawatan pasca panen, agar produktivitas tetap stabil. Semprotkan POC dan ZPT. Tanaman akan segera berbunga lagi, dan Anda mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Lakukan beberapa tahapan di atas dengan baik dan benar. Sebaiknya Anda tidak memberikan banyak pupuk ketika musim hujan, karena berakibat tumbuhnya jamur.

Selain itu, kalian harus memperbayak kotoran kambing sebagai pupuk dasar. Karena memiliki unsur hara yang sangat banyak. Sehingga mampu menyuburkan tanaman.

Pupuk memang sangat penting untuk menanam sayuran hidroponik, termasuk tomat. Oleh karena itulah kami sarankan untuk memakai pupuk berkualitas yang memiliki unsur hara tinggi agar tomat tumbuh semakin subur.

Bagaimana cara menanam tomat hidroponik di atas cukup mudah kan? silahkan kalian praktekan sendiri cara menanam tomat hidroponik yang kami sampaikan di atas, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi.