Budidaya Sayuran

5 Cara Menanam Tomat Di Kebun Agar Cepat Berbuah & Lebat

Cara Menanam Tomat – Tomat merupakan tumbuhan yang berasal dari keluarga Solanaceae ini ternyata tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tak di nyana bukan tanaman yang dengan mudah bisa kamu jumpai di pekarangan rumahmu ternyata bukan tanaman asli Indonesia. Tomat sendiri merupkan tumbuhan yang memiliki siklus hidup yang sangat singkat dan hanya mampu bertahan hidup kurang lebih 3 bulan saja.

Cara menanam tomat sendiri terbilang unik yakni dengan cara di semai dahulu sebelum nantinya di jadikan sebagai bibit. Setelah muncul daun barulah kamu bisa menggunakannya sebagai bibit, yang mana bisa selanjutnya kamu tanam pada media tanah yang lebih gembur. Dimana panen biasanya di mulai pada 9 minggu setelah tanaman itu di semai.

Berikut Cara Menanam Tomat 

Cara Agar Tomat Berbuah Banyak
Cara Agar Tomat Berbuah Banyak

Tanaman dari keluarga Solanaceae ini tumbuh baik di daerah dataran rendah, sedang maupun tinggi dengan citarasanya yang asam segar. Karakteristik fisiknya berwarna merah cerah dengan rasanya yang asam. Tentunya, membuat siapa saja ingin menanamnya. Banyak yang ingin mencoba bagaimana cara menanam tomat dengan hasil panen bagus setelah 4 bulan penanaman.

  •  Tips Agar Tomat Berbuah Banyak Dalam Waktu Singkat 

Media tumbuh tanaman tomat dapat dilakukan di tegalan, sawah, pekarangan maupun polybag. Tidak hanya itu, cara menanam tomat dapat menggunakan pot yang lebih dikenal Tabulampot maupun hidroponik.

Sebenarnya, cara penanaman di dalam pot maupun sistem hidroponik dapat menghasilkan buah tomat lebih banyak dengan waktu cepat. Namun, perlu perlakukan dan perawatan mulai dari pemberian air nutrisi dan penyiangan pada tanaman.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan penanaman yang dilakukan secara konvensional dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas buah bagus. Perlu usaha dan kerja keras sekaligus Anda perlu memperhatikan beberapa tahapan agar buah tomat hasil budidaya Anda melimpah dan bekualitas bagus.

 Tahap-Tahap Cara Menanam Tomat

Budidaya Tomat
Budidaya Tomat

1. Kualitas Benih

Terdapat banyak varietas buah tomat yang bisa Anda pilih untuk dibudidayakan. Namun, hal itu harus mempertimbangkan kondisi lahan yang diipakai untuk menanamnya. Apabila Anda ingin melakukan budidaya tanaman di daerah dataran rendah. Tentunya, memilih varietas benih yang memiliki pertumbuhan baik di wilayah tersebut sangat dianjurkan.

Hal itu dilakukan agar kualitas buah yang dihasilkan tidak mengecewakn sekaligus mengurangi resiko kegagalan. Anda bisa melakukan penanaman dari biji maupun bibit. Cara menanam tomat dari biji dapat dilakukan dengan pemilahan biji berkualitas bagus. Biji yang dianggap bagus ialah mampu tahan terhadap serangan hama dan memiliki produktivitas baik.

Anda dapat memperoleh benih berkualitas bagus di toko pertanian dengan memilih ragam merek yang diproduksi oleh perusahaan benih. Selain itu, Anda bisa mendapatkan bibit dari tempat pembibitan terdekat yang menjual bibit buah tomat.

Selanjutnya, biji yang telah dipilah direndam dengan menggunakan larutan penghalau penyakit tular pada benih dengan takaran 200 cc kira-kira satu gelas dengan durasi waktu 2 jam. Lalu, melakukan penyemaian dengan media tanam dari pupuk kandang, sekam bakar dan tanah.

Nilai perbandingannya 1:2:3. Lalu mencampurkan obat tular tanah yang bisa anda peroleh dari toko pertanian salah satunya, GDM BLAC BOS. Cara membuat larutannya dengan mengambil 1 kilogram GDM ke 100 liter air biasa. Penggunaannya dengan menyiramkannya pada media yang akan digunakan untuk penyemaian.

Hal itu dilakukan agar bibit yang telah disemai dapat tumbuh dengan sehat karena asupan zat hara yang cukup sekaligus menghalau timbulnya penyakit tular tanah. Tentunya, hal ini dimaksudkan agar kualitas produksi tomat menjadi semakin baik tanpa adanya kecacatan akibat serangan hama.

2. Pengolahan Lahan

Tahapan selanjutnya ialah melakukan pengolahan tanah untuk dipersiapkan sebagai tempat tumbuh tomat hingga berbuah. Selain itu, mengolah tanah dimaksudkan untuk menghalau pertumbuhan hama berupa tanaman liar, tingkat kesuburan tanah menjadi semakin baik dan kemudahan dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan tomat.

Pengolahan tanah dilakukan untuk melakukan persiapan drainase dan sistem pengairan sekaligus penempatan seresah agar proses pembusukan menjadi unsur hara berlangsung cepat dan baik. Pengolahan dapat dilakukan dengan cara membajak tanah dengan tingkat kedalaman berkisar 20 centimeter.

Setelah melakukan pembajakan, Anda dapat menyebarkan pupuk kandang dengan cara ditabur dengan massa kurang lebih 20 ton tiap hektar. Penambahan pupuk NPK dengan dosis 100 gram per meter persegi pada gundukan yang telah dibuat. Apabila tingkat keasaman tanah di bawah 5,5 maka perlu menaburkan kapur dolomit agar nilainya menjadi stabil.

Pembuatan bedengan atau gundukan dapat Anda buat dengan tinggi 30 sentimeter dan leba ideal 1 meter, sedangkan panjangnya menyesuaikan lahan yang Anda tanam. Anda juga perlu mengatur jarak dengan kisaran 30-40 sentimeter untuk jalan irigasi. Setelah itu, memanfaatkan larutan anti penyakit guna percepatan perbaikan unsur hara dan pencegahan penyakit.

Setelah melakukan penyiraman bedengan dengan larutan di atas. Lalu, menutup bedengan menggunakan mulsa selama kurang lebih 7 hari. Penutupan dilakukan agar proses kimiawi pada media tersebut berjalan dengan baik.

Hal Yang Wajib Di Ketahui

Polybag Tomat Hidroponik
Polybag Tomat Hidroponik

1. Cara Penanaman

Pembibitan tanaman tomat biasanya sudah dapat dipindah dengan ukuran tinggi berkisar 10 sentimeter dengan umur kurang lebi 21 hari. Penanaman seharusnya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak stress dan layu.

Apabila tomat sudah dipindahkan pada lahan yang telah dipersiapkan sebelumnya. perlu memberikan POC GDM agar tanaman dapat tumbuh dan tidak mati akibat stress. Anda dapat memasang ajir agar dengan jarak 10 sampai 20 sentimeter agar tidak merusak akar tanaman.

2. Perawatan dan Pemupukan

Anda dapat menggunakan pupuk organik untuk menjaga suplai nutrisi tetap terjaga setelah umur tanaman 7 hari dengan dosis 500 mililiter dan dapat diulangi selang satu minggu. Pemberian pupuk disemportkan pada bagian akar tanaman.

Pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang dapat dilakukan setiap satu bulan sekali dengan dosis 300 gram tiap tanaman. Apabila Anda ingin menggunakan pupuk NPK maupun Nitrogen dapat dilakukan jika umur tanaman sudah menginjak 10,20 dan 30 HST. Dosis yang diberikan sebelum memasuki umur generatif ialah 5 gram.

Pemberian pupuk tersebut, dapat dilakukan apabila sudah menginjak umur 45 hari tiap 10 hari dengan dosis yang sama. Selain itu, Anda dapat menggunakan insektisida untuk menghalau hama serangga.

3. Mengenal Ciri Buah Tomat Siap Panen

Panen tomat dapat dilakukan apabila usianya sudah menginjak 90-100 hari setelah tanam. Perubahan karakteristik pada kulit buah dapat diindikasikan dengan warna hijau berubah kuning lalu kemerah-kemerahan. Daun-daun tua mulai mengering di bagian tepinya dan batang juga berubah kekuningan pada pagi dan sore di waktu cerah.

Baca Juga Informasi Lainnya
Cara Menanam Melon Di PotCara Menanam Vanili

Tahapan dalam cara menanam tomat dapat Anda aplikasikan pada pekarangan maupun lahan kosong di rumah. Tidak menutup kemungkinan, Anda dapat menikmati hasil tanaman tomat dengan kualitas lebih baik baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual di pasar. Nah itu dia informasi yang bisa COCOKTANAM.COM sampaikan semoga bisa membantu kamu yang sedang ingin mengetahui Cara Menanam Tomat Di Pot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *