Jenis Pupuk Yang Mengandung Nitrogen
Pupuk

7 Pupuk Yang Mengandung Nitrogen Tinggi dan Kegunaannya

Pupuk Yang Mengandung Nitrogen – Jenis pupuk saat ini sangat beragam. Jenis pupuk yang banyak digunakan untuk tanaman adalah pupuk Nitrogen. Karena pupuk tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis tanaman.

Pupuk Yang Mengandung Nitrogen mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Sehingga hasil panen tanaman lebih maksimal. Pupuk Nitrogen juga mudah ditemukan dan dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman.

Ada beberapa jenis pupuk yang mengandung nitrogen yang bisa kita pilih untuk mengoptimalkan hasil panen agar semakin melimpah. Kesalahan memilih pupuk memang sangat berpengaruh terhadap hasii panen tanaman, jadi kalian jangan asal memilihnya.

Semua Petani pasti menginginkan panel yang melimpah. Agar hal tersebut bisa tercapai maka dibutuhkan pupuk yang mengandung nitrogen. Nah untuk mengetahui apa saja jenis pupuknya, silahkan simak informasi cocoktanam.com berikut ini.

Daftar Pupuk Yang Mengandung Nitrogen

Pupuk Yang Mengandung Nitrogen
Pupuk Yang Mengandung Nitrogen

1. Pupuk Kompos

Pupuk Kompos mengandung bahan alami dari pelapukan sisa hewan dan tumbuhan. Kompos mengandung unsur hara yang lebih sedikit namun mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Pupuk Kompos mengandung Nitrogen hingga 2.5%, Kalium hingga 1.35%, dan Karbon hingga 40%. Pupuk ini juga mempunyai kandungan Fosfor sebanyak 1.14%, Kalsium sebanyak 1.32% dan juga Magnesium hingga 0.21%.

Pupuk Kompos dapat membantu masa pertumbuhan tanaman. Serta membantu proses pembuatan makanan karena mengandung air hingga 15% dan juga C/N sebanyak 20%. Kompos juga dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman pertanian atau perkebunan.

2. Pupuk ZA

Pupuk ZA atau Amonium Sulfat merupakan pupuk anorganik yang mengandung Nitrogen dan Belerang. Pupuk ZA cocok untuk pupuk dasar pada saat awal pertumbuhan dan sebagai pupuk susulan saat masuk ke fase generatif.

Pupuk ZA mengandung lebih dari 20% Nitrogen, 24% Belerang dan 0.1% Asam Bebas. Dengan kandungan hara tersebut, ZA mampu memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, salah satunya tanaman Jagung.

Pupuk ZA dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen. Kandungan air sebanyak 1.0% dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan makanan dan pembentukan zat hijau daun.

3. Pupuk Urea

Pupuk Urea merupakan jenis pupuk yang paling banyak mengandung Nitrogen. Dalam pupuk Urea, kandungan unsur Nitrogen didalamnya mencapai 46%. Sehingga sangat cocok untuk memberikan nutrisi bagi tanaman pangan.

Bentuk butiran pupuk Urea ini seperti kristal dan berwarna putih. Urea mudah larut dalam air dan semakin pekat dengan air konsentrasi Urea semakin tinggi. Terdapat dua jenis pupuk Urea yang biasanya digunakan, yaitu Urea Prill dan juga Urea Noprill.

  1. Urea Prill, digunakan untuk pemupukan tambak dan ransum ternak. Pupuk ini berwarna putih dan halus. Urea ini mempunyai jenis Urea Tablet yang lebih efesien dan Urea Briket yang berbentuk pipih.
  2. Urea Noprill termasuk Urea ball fertilizer yang mudah diserap akar tanaman, Urea Super Granule yang diguakan untuk meningkatkan hasil produksi padi.

4. Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan jenis pupuk yang mengandung kombinasi hara paling lengkap. Pupuk NPK juga mengandung hara primer dan unsur hara lainya sebagai pelengkap atau unsur hara sekunder.

Pupuk NPK termasuk pupuk majemuk dengan berbagai komposisi. NPK yang paling banyak ditemukan dipasaran yaitu jenis NPK 12-12-12, NPK 15-15-15 dan NPK 16-16-16. Komposisi tersebut sesuai dengan kadar unsur hara didalamnya.

Untuk jenis pupuk NPK 16-16-16 artinya pupuk tersebut mengandung Nitrogen 16%, Fosfor 16% dan Kalium 16%. Dengan kandungan hara tersebut, NPK mampu membantu masa pertumbuhan tanaman hingga masuk ke masa pengisian dan panen.

Pupuk NPK mampu memenuhi kebutuhan hara tanaman serta menjadi kondisi tanah. NPK juga dapat meningkatkan pertumbuhan pada akar, batang dan daun. Sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan kuat, kokoh dan sehat.

Hasil produksi tanaman menggunakan pupuk NPK dapat lebih meningkat. Karena dalam proses pertumbuhannya semua kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dengan baik. Pupuk NPK juga mampu menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

5. Pupuk Chilisalpeter

Pupuk ini merupakan jenis pupuk Nitrogen yang berasal dari alam. Pupuk Chilisalpeter banyak ditemukan di pantai barat Amerika Selatan dan daerah padang pasir Chili. Pupuk Chilisalpeter diproses secara mekanis dengan bahan yang masih mentah.

Dalam proses pembuatanya, bahan mentah tersebut dimurnikan lalu dihaluskan. Sehingga kadar Nitrogen di dalam Chilisalpeter mencapai 16% dan mengandung Boron sebanyak 0.4%. Pupuk Chilisalpeter mempunyai sifat higroskopis atau mudah larut dalam air.

6. Pupuk ASN atau Amonium Sulfat Nitrat

Pupuk yang berasal dari luar negeri lainya adalah ASN atau Amonium Sulfat Nitrat. Pupuk ini berasal dari Jerman dan dikenalkan oleh Ruch Stickstoff. Amonium Sulfat Nitrat atau ASN merupakan garam rangkap dengan kadar Nitrogen mencapai 26%.

Kandungan amonium sulfat dan amonium nitrat dalam pupuk ini cukup tinggi. Bentuk fisik pupuk ASN seperti kristal berwarna kuning kemerahan. Pupuk ASN bersifat sangat higroskopis atau sangat mudah larut dalam air.

Pupuk Amonium Sulfat Nitrat juga sering mengeras. Dan reaksinya sedikit masam. Penggunaan pupuk ini harus disesuaikan dengan dosis dan tanaman yang digunakan.

7. Pupuk Amonium Nitrat

Pupuk Amonium Nitrat merupakan jenis pupuk yang mengandung Nitrogen cukup tinggi mencapai 35%. Pupuk ini juga mengandung lebih dari satu unsur hara yaitu Fe, Mg, Ca, S, C, H, P, K, O, dan masih banyak lagi.

Pupuk Amonium Nitrat mudah menarik air dan diserap oleh akar tanaman. Amonium Nitrat juga mudah terbakar jika dicampur dengan bahan organik. Karena pupuk ini mempunyai reaksi yang netral.

Pupuk Amonium Nitrat mampu memenuhi nutrisi tanaman. Terutama untuk masa pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dalam pengaplikasiannya, pupuk ini dapat digunakan dalam tanah, lalu akan masuk ke batang dan daun.

Penggunaan pupuk Amonium Nitrat dapat membentu pembentukan zat hijau daun. Serta dapat meningkatkan pertumbuhan batang. Jenis pupuk ini terbagi menjadi dua yaitu Amonium Nitrat padat dan cair serta pupuk yang alami dan buatan.

Penggunaan pupuk Nitrogen cocok untuk semua jenis tanaman. Namun, dapat menerapannya, harus selalu memperhatikan dosis yang ditentukan. Karena hal ini akan mempengaruhi hasil produksi dari tanaman.

Baca Juga Informasi Lainnya
Kegunaan Pupuk UreaManfaat Pupuk ZA

Setelah mengetahui jenis-jenis pupuk yang mengandung nitrogen tinggi, maka kita tinggal memilih salah satunya sesuai dengan kebutuhan tanam. Nah cukup sekian informasi cocoktanam.com kali ini, semoga bisa menjadi referensi dalam bercocok tanam.